Makhluk Dalam Legenda & Mitos

Makhluk dalam legenda merupakan makhluk mitologis dan hidup dalam cerita rakyat (seringkali dikenal sebagai "makhluk ajaib" dalam buku-buku sejarah). Beberapa makhluk, seperti misalnya naga dan Griffin, memiliki asal muasal dalam mitologi tradisional mereka, dan dipercaya merupakan makhluk yang benar-benar ada. Beberapa di antaranya berdasarkan kenyataan, yang mungkin faktanya diputarbalikkan oleh kisah para pengembara; seperti misalnya "Sayuran beranak dari Tartaria". Kisah Unicorn mungkin muncul dari cerita tentang Badak yang diputarbalikkan kenyataannya.

Sebaliknya, beberapa makhluk yang keberadaannya hanya dituturkan dari mulut ke mulut, kini dicari-cari dan ditemukan sebagai makhluk yang benar-benar ada; seperti misalnya cumi-cumi raksasa. Di Afrika, penduduk pribumi Kongo bercerita kepada para pelancong Eropa tentang keberadaan binatang yang wujudnya seperti perpaduan antara zebra dan jerapah. Ketika para pelancong menganggap bahwa itu hanya cerita rakyat, pada tahun 1901, Sir Harry Johnston membawa sebuah kulit binatang yang membuktikan keberadaan makhluk tersebut, yang kini disebut Okapi.

Seringkali makhluk dalam legenda merupakan chimera, yaitu gabungan dari dua binatang atau lebih. Sebagai contoh: Centaurus adalah gabungan antara manusia dengan kuda, Minotaurus adalah gabungan antara manusia dengan banteng, dan puteri duyung, merupakan gabungan antara wanita dengan ikan.

Beberapa makhluk dalam legenda diyakini masih ada sampai sekarang, seperti misalnya Bigfoot, Mothman, Chupacabras, dan Monster Loch Ness. Dalam perkembangan zaman, makhluk-makhluk dalam legenda dipakai sebagai lambang keluarga dan dekorasi bangunan. Makhluk-makhluk ini juga diadaptasi dalam budaya populer, terlebih dalam permainan, seperti misalnya Dungeons & Dragons atau Everquest, film-film Hollywood dan band power metal (seperti misalnya DragonForce).

Berikut, dibawah ini adalah beberapa daftar dan keterangan tentang mahkluk2 ini.

Azazil


Azazil

Azazil (Inggris: Azazel, Izazil) adalah nama asli dari Iblis dan merupakan nenek moyang para Jin. Menurut legenda bahwa sebelum diciptakannya Adam, Azazil pernah menjadi Imam para Malaikat atau Sayyid al-Malaikat (Penghulu para Malaikat), Khazin al-Jannah (Bendaharawan Surga) dan Abu al-Jan (Bapak para Jin).

Etimologi

Azâzîl terdiri atas al-‘azâz yang berarti 'hamba' dan al-îl yang berarti 'melata'. Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti kebanggaan atau kesombongan. Dinamakan demikian karena ia tercipta dari api. Kata al-‘azâz (العزاز) terdiri dari empat huruf, yaitu huruf ‘ain, zây, alif, dan zây yang kedua. Masing-masing huruf menunjukkan sepak terjang iblis, karena setiap nama itu menunjukkan perbuatan pemiliknya.

Dari huruf ‘ain muncul kata ‘ulluw ‘kesombongan’, dari huruf zây muncul kata zuhw ‘sikap takabur’, dari huruf alif muncul kata ibâ’ ‘pembangkangan’ dan istikbâr ‘sifat angkuh’. Kesombongan, sikap takabur, pembangkangan, dan sifat angkuh merupakan sifat-sifat yang dimiliki iblis. Inilah tafsir nama asli iblis yaitu Azâzîl.

Julukan Azâzîl

Azâzîl sangat banyak memiliki julukan, seperti Sayidul Malaikat dan Khazinul Jannah.
Di setiap langit ia memiliki julukan yang sangat bagus, yaitu:
  • Langit Pertama (ar-Rafii'ah)
    al-Abid ahli ibadah, selalu mengabdi luar biasa kepada Allah,
  • Langit Kedua (al-Maa'uun)
    ar-Raki ahli ruku
  • Langit Ketiga (al-Maziinah)
    as-Saajid ahli sujud
  • Langit Keempat (az-Zahirah)
    al-Khaasyi selalu merendah dan takluk kepada Allah
  • Langit Kelima (al-Muniirah)
    al-Qaanit selalu ta'at
  • Langit Keenam (al-Khaliishah) al-Mujtahid bersungguh-sungguh dalam beribadah
  • Langit Ketujuh (al-Ajiibah)
    az-Zahid sederhana dalam menggunakan sarana hidup

Wujud Azâzîl

Sebelum Penciptaan Adam

Sebelum dilaknat oleh Allah, Azâzîl memiliki wajah rupawan cemerlang, mempunyai empat sayap, banyak ilmu, terbanyak dalam hal ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan masih banyak lagi.

Setelah Penciptaan Adam

Setelah ia enggan untuk bersujud kepada Adam, Allah merubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan menjadi bentuk seperti babi hutan. Allah merubah kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.

Azazel dalam pandangan Kristen

Azazel dalam Perjanjian Lama adalah kambing jantan yang akan digunakan sebagai korban penyucian dosa (yang merupakan lambang Lucifer). Upacara penyucian dosa ini pertama kali diberikan Allah kepada Adam setelah manusia jatuh ke dalam dosa, dan di lanjutkan kembali oleh Nabi Musa pada saat umat Israel keluar dari perbudakan bangsa Mesir. Imamat 17.

Karena pelanggaran pada hukum Allah menuntut nyawa dari si pelanggar. Darah yang melambangkan hutang nyawa orang yang berdosa yang kesalahannya ditanggungkan kepada korban, lalu dibawa imam ke dalam bilik yang kudus dan memercikannya di hadapan tirai penghubung, yang di belakangnya terdapat tabut perjanjian yang berisi hukum yang dilanggar oleh orang berdosa itu. Dengan upacara ini dosa-dosa melalui darah, dipindahkan secara simbolis ke tempat kudus. Dalam beberapa kasus, darah tidak di dibawa ke bilik yang suci, tetapi dagingnya kemudian akan dimakan oleh imam, sebagaimana Musa memberi petunjuk kepada anak-anak Harun dengan mengatakan,"Tuhan memberikan kepadamu, supaya kamu mengangkut kesalahan umat." Imamat 10:17.

Dengan demikian dosa-dosa umat Israel dipindahkan. Sekali setahun, pada hari besar pendamaian, imam memasuki bilik yang maha kudus untuk membersihkan dan memulihkan tempat kudus. Pekerjaan ini dilakukan untuk mengakhiri pelayanan tahunan. Pada hari pendamaian dua ekor kambing jantan (=yang akan ditentukan sebagai Azazel atau Mesias) dibawa ke pintu kemah suci, lalu di buang undi bagi keduanya, sebuah undi bagi Mesias, dan sebuah lagi bagi Azazel.(Imamat 16:8). "Kambing yang terundi bagi Tuhan/Mesias akan disembelih sebagai korban persembahan banyak orang.Dan imam akan membawa darahnya ke dalam tirai selubung, dan memercikan ke atas mezbah pedupaan yang dihadapan tirai selubunng.

Korban yang menjadi undi Mesias yang disembelih dan dagingnya dimakan itu merupakan lambang bahwa umat Israel sudah menjadi satu dengan Mesias yang selalu memuliakan hukum Allah dan darah yang di percik itu adalah darah yang menguduskan dan mendamaikan manusia dari dosanya.

Dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kambing itu segala kesalahan umat Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan (Azazel) itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan perantaraan seseorang yang sudah siap sedia dengan itu. Demikianlah kambing jantan itu (Azazel) harus mengangkut segala kesalahan Israel ke tanah yang tandus dan kambing itu harus dilepaskan di padang gurun (Imamat 16:21,22). Kambing Azazel itu tidak lagi datang ke perkemahan orang Israel, dan orang yang menggiringnya ke padang gurun harus membasuh dirinya dan pakaiannya dengan air sebelum kembali ke perkemahan.

Seluruh upacara itu dimaksudkan untuk memberi kesan kepada orang Israel mengenai kekudusan Allah dan kebencianNya kepada dosa. Dan lebih jauh, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka tidak boleh berhubungan dengan dosa tanpa menjadi cemar dan najis. Karena Allah tidak pernah sedikitpun mengijinkan dosa, walaupun umatNya sering melakukan amal dan berprilaku sangat baik, hanya dengan setitik dosa saja manusia tetap tidak berkenan di hadapan Allah.

Pengorbanan Yesus di Kayu Salib

Pengorbanan Yesus di kayu salib selain menggenapi kehadiran Mesias di bumi, Dia menjadi korban penebus dosa manusia yang sebagaimana telah dilambangkan sebagai kambing yang di sembelih dalam undi Tuhan/Mesias. Dan ini juga menjadi penutup dari upacara korban tersebut, karena upacara pendamaian yang sudah dilakukan sejak zaman Adam dan di lanjutkan oleh Musa dan Harun bagi umat Israel ini sudah berhenti sejak Yesus Kristus di salibkan. Dan lengkaplah nubuatan para nabi dalam Perjanjian Lama "... Dan ia akan menghentikan korban-korban bakaran dan pendamaian sampai selama-lamanya..."

Daging dan darah yang mengalir dari tubuh Kristus di atas kayu salib merupakan lambang yang memiliki arti yang sama dengan upacara pendamaian tersebut. "...Bila seseorang tidak memakan dagingku dan meminum darahku ia tidak akan pernah diselamatkan..." . Upacara tersebut menjadi lambang upacara Perjamuan Kudus pada masa Kekristenan sekarang.

Tubuh/Daging Yesus (roti dalam perjamuan kudus) adalah lambang dari Firman Allah atau hukum kasih. Darah Yesus (anggur) adalah yang mensucikan, sama artinya dengan dipercikannya darah dalam upacara pendamaian. Sehingga dengan pertobatan yang sungguh maka manusia akan dimaafkan seluruh dosanya dan menerima Roh Kudus sebagai pembimbing mereka. Roh Kudus inilah yang akan tinggal di dalam tubuh manusia hingga akhir hayatnya Injil sehingga manusia tersebut tidak akan pernah lagi melakukan dosa, dan Roh Kudus akan menjaga manusia tersebut agar Azazel tidak kembali lagi dan menyebabkan manusia tersebut berbuat dosa kembali. Dan akhirnya manusia tersebut berkenan dan layak di hadapan Allah, karena hidupnya sudah tidak akan berbuat dosa lagi.

Bidadara

Bidadara (Bahasa Sanskerta: vidhya=pengetahuan, dharya=memiliki atau membawa) adalah makhluk berwujud manusia berjenis kelamin pria yang tinggal di kahyangan atau surga dalam kepercayaan Hindu dan Buddha. Tugas dan fungsi mereka adalah menjadi penyampai pesan para dewa kepada manusia, sebagaimana para malaikat dalam agama Islam, Kristen, dan Yahudi.

Sering muncul di cerita-cerita Hindu dan Buddha. Seperti Kalantaka dan Kalañjaya yang merupakan jelmaan bidadara yang dikutuk karena tidak menghormati Dewa sehingga harus terlahir sebagai raksasa berwajah buruk. Mereka juga kerapkali menjadi Hiasan di candi-candi Hindu dan Buddha.

Di dalam cerita rakyat Indonesia, seperti cerita Lutung Kasarung dari daerah Sunda. Buana Padang (kahyangan, dunia yang berada di tengah-tengah antara dunia para dewa dan dunia manusia) dikuasai oleh Sunan Ambu, anak dewata yang sulung, yang merupakan titisan Sang Hyang Tunggal. Di dunia ini tinggal para pohaci (bidadari) dan bujangga (bidadara). Sunan Ambu dibantu oleh empat orang bujangga yakni Bujangga Tua, Bujangga Sakti, Bujangga Seda dan Bujangga Tapa. Tugas mereka melaksanakan segala perintah dari Sunan Ambu untuk mengerjakan apapun juga di Buana Pancatengah (dunia manusia).

Bidadari

Bidadari (Sanskerta: vidhyadharī) atau Apsara (Sanskerta: apsarāḥ) adalah makhluk berwujud manusia berjenis kelamin wanita yang tinggal di kahyangan atau surga dalam kepercayaan Hindu. Tugas dan fungsi mereka adalah menjadi penyampai pesan para dewa kepada manusia, sebagaimana para malaikat dalam kepercayaan Semit. Ada kalanya mereka diutus untuk menguji sejauh mana ketekunan seseorang (pria) dalam bertapa, dengan cara mencoba membangunkan para petapa dari tapa mereka. Para bidadari memanfaatkan kecantikan fisik mereka untuk menguji para petapa.

Dalam penampilan fisik, mereka memang dilukiskan sebagai sosok yang sangat cantik jelita dan sempurna tanpa cela. Tak jarang mereka diberikan kepada seseorang untuk diperistri sebagai hadiah atas jasa mereka melakukan sesuatu yang luar biasa demi kebaikan, misalnya dalam legenda Arjuna yang dijodohkan dengan bidadari Supraba setelah berhasil menumpas Niwatakawaca yang meneror para dewa dan manusia.

Kata "bidadari" dalam bahasa Indonesia dipengaruhi oleh bahasa Sanskerta, begitu pula bahasa Jawa dan Bali. Dalam tradisi Jawa, bidadari yang juga disebut hapsari, juga disebut widodari, sedangkan dalam bahasa Bali, bidadari atau apsari dikenal dengan sebutan widyadari atau dedari. Istilah widodari dari Jawa dan widyadari / dedari dari Bali, berasal dari kata vidhyadhari dalam bahasa Sanskerta. Vidhya berarti "pengetahuan", sedangkan dharya berarti "pemilik", "pemakai" atau "pembawa". Istilah Vidhyadhari tersebut kemudian dikenal sebagai "bidadari" dalam bahasa Indonesia modern.

Orang Sunda menyebut bidadari dengan nama Pohaci. Dalam agama Hindu dan Buddha, mereka lebih dikenal sebagai apsara.

Chimaera



Chimaera adalah makhluk legendaris dari mitologi Yunani yang merupakan gabungan dari tiga hewan: ular, kambing, dan singa. Berbadan kambing, berekor ular, dan berkepala singa, namun beberapa kisah mengatakan kepalanya terdiri dari dua hewan (kambing dan singa), atau gabungan dari ketiga hewan tersebut. Chimaera mampu menyemburkan api dari Hidung dan mulutnya. Kadang-kadang Chimaera menjadi lambang kekuatan setan.

Menurut mitologi, Chimaera merupakan puteri dari Typhon dan Echidna, dan bersaudara dengan beberapa Monster dalam legenda, seperti anjing Cerberus dan Hydra dari danau Lernae.

Chimaera berhasil dikalahkan oleh Bellerephon sambil menunggangi Pegasus (kuda bersayap), atas perintah Raja Iobates dari Lycia. Ia mengalahkan Chimaera dengan lembing dan memenggal kepala makhluk itu.

Chupacabra



Chupacabra (dari kata chupar "mengisap" dan cabra "kambing", bermakna "pengisap kambing"), adalah kriptid legendaris yang dikabarkan menghuni sebagian wilayah Benua Amerika. Chupacabra dikaporkan terlihat di Puerto Rico (penampakan pertama), Meksiko, dan Amerika Serikat. Makhluk ini dilaporkan menyerang dan mengisap darah ternak, terutama kambing. Deskripsi fisiknya bervariasi. Penampakan pertama dilaporkan terjadi pada awal tahun 1990 di Puerto Rico, dan sejak itu makhluk ini dilaporkan muncul dari sejauh Maine, Amerika Serikat di utara, dan sampai sejauh Cili di selatan. Diperkirakan makhluk ini seukuran beruang kecil. Biolog dan ahli hewan liar menganggap hewan ini hanyalah takhayul.

Domovoi



Domovoi adalah roh yang menguni rumah dalam cerita rakyat Slavia. Domovoi adalah makhluk jantan, berukuran kecil, kadang-kadang tubuhnya ditutupi rambut. Menurut beberapa tradisi, domovoi mengambil wujud pemilik rumah saat itu ataupun pemilik rumah sebelumnya, kadang-kadang dengan ekor atau tanduk kecil. Ada banyak kisah ketika tetangga melihat pemilik rumah di halaman padahal sebenarnya sang pemilik rumah sedang tidur di kamarnya. Domovoi juga bisa berubah menjadi kucing atau anjing.

Driad

Driad adalah makhluk legendaris dari mitologi Yunani. Menurut mitologi Yunani, Driad merupakan makhluk, atau semacam peri, yang menghuni tumbuh-tumbuhan, berwujud wanita.


Dalam bahasa Yunani istilah serupa, drys, berarti pohon oak. Dari kata ini timbul pengertian mengenai Driad yakni kaum Nymph yang hidup dalam tumbuh-tumbuhan. Istilah tersebut sering dipakai untuk menyebut kaum Nymph yang tinggal dalam pepohonan secara umum.

Karakter Driad dari mitologi Yunani muncul dalam kisah fantasi The Chronicles of Narnia sebagai spirit berwujud wanita yang berasal dari pepohonan.

Dalam permainan Warcraft, Driad muncul sebagai salah satu unit petarung dari ras Elf. Wujudnya setengah wanita dan setengah rusa.

Fenrir

Dalam mitologi Nordik, Fenrir atau Fenrisúlfr atau Hróðvitnir atau Vánagandr adalah seekor serigala raksasa. Fenrir diceritakan dalam Puisi Edda, kumpulan puisi yang dikumpulkan pada abad ke-13 dari sumber-sumber tradisional, dan Prosa Edda serta Heimskringla, yang ditulis pada abad ke-13 oleh Snorri Sturluson. Dalam Puisi Edda maupun Prosa Edda, Fenrir merupakan ayah dari serigalas Sköll dan Hati Hróðvitnisson. Fenrir adalah anak dari Loki, dan diramalkan akan membunuh dewa Odin dalam Ragnarök, tetapi Fenrir akan mati dibunuh oleh putra Odin, Vidarr.


Dalam Prosa Edda, ada informasi tambahan mengenai Fenrir, salah satunya adalah mengenai tindakan para dewa yang berusaha mengikat Fenrir, yang tumbuh dengan cepat, supaya hewan tersebut tidak menimbulkan bencana. Dalam usahanya mengikat Fenrir, dewa Týr kehilangan tangan kanannya akibat gigitan sang serigala.

cat: Dalam mitologi Nordik, Skoll adalah serigala yang mengejar kuda Arvakr dan Alsviar yang menarik kereta kuda yang berisi matahari (Sol) setiap hari. Skoll mencoba memakan mereka. Skoll memiliki saudara, Hati, yang mengejar Mani, sang bulan.
       Loki adalah Dewa cerdik yang memperdaya Hodhr, saudara Balder yang buta untuk membunuh Balder.

Goblin


Goblin adalah sejenis makhluk supernatural yang muncul dalam dongeng-dongeng dan kisah-kisah fiksi fantasi. Mereka memiliki tinggi berkisar antara 30 cm sampai dengan 2 m. Biasanya kulit mereka berwarna hijau.

Dalam cerita rakyat Eropa, Goblin merupakan bangsa peri atau makhluk supernatural. Ukuran tubuh mereka kecil dan kadangkala tidak terlihat oleh mata manusia. Mereka dilukiskan sebagai makhluk mungil berwarna hijau dan bertelinga runcing.

Goblin erat kaitannya dengan api dan memiliki kemahiran untuk menciptakannya.

Menurut versi lain dalam beberapa dongeng dan kisah fantasi, Goblin merupakan bangsa makhluk yang buas dan ganas. Mereka tinggal di gua-gua yang gelap atau di bawah tanah. Ras mereka diidentikkan dengan makhluk jahat dan merupakan petarung yang brutal. Mereka dilukiskan sebagai makhluk Berbadan tegap seperti manusia, berkulit hijau, telinganya lancip, dan berwajah sangar dan mengerikan. Kadang-kadang mereka menculik bayi dan memangsa manusia.

Kadangkala Goblin juga memiliki keahlian dalam kegiatan perniagaan dan keuangan. Dalam kisah Harry Potter, Goblin memiliki kecakapan dalam perbankan dan dalam game World of Warcraft mereka memiliki keahlian dalam menjual rumah.

Griffin


Griffin (Yunani: gryphos ; Persia: shirdal : “singa-rajawali” ) (disebut juga Gryphon) adalah bangsa makhluk legendaris bertubuh singa sedangkan bersayap dan berkepala rajawali. Selayaknya singa sebagai “Raja hewan buas” dan burung rajawali sebagai “Raja di udara”, menjadikan Griffin sebagai hewan yang paling berkuasa atas kedua hal tersebut atau bergelar sebagai “Raja hewan buas dan penguasa udara”.

Hamadriad


Hamadriad adalah makhluk supernatural yang tinggal di pepohonan dalam mitologi Yunani. Mereka adalah golongan khusus kaum Nimfa. Hamadriad lahir di pepohonan khusus dan memiliki hubungan yang sangat erat dengan pohon yang menjadi tempat tinggalnya. Jika pohon yang didiaminya mati, maka ia akan ikut mati. Karena itu, Driad dan para dewa akan menghukum siapa saja yang menyakiti pepohonan.

Di bawah ini terdapat delapan Hamadriad, puteri dari Oxilos dan Hamadrias.

1. Karya
2. Balanos
3. Kraneia
4. Morea
5. Aigeiros
6. Ptelea
7. Ampelos
8. Sike

Harpy


Dalam mitologi Yunani, Harpy (si perenggut) adalah makhluk legenda yang bersayap, dilukiskan sebagai makhluk berwujud setengah wanita setengah burung yang cantik. Harpy terkenal sebagai si perenggut dalam kisah raja Fineas.

Para Harpy adalah saudara dari Iris, putri dari Tifon dan Ekhidna. Ada dua Harpy, yaitu Aello dan Okipites. Walaupun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa ada Harpy ketiga.

cat: Dalam mitologi Yunani, Iris adalah personifikasi dari pelangi dan utusan para dewa. Ketika matahari menyatukan bumi dan langit, Iris menghubungkan para dewa dengan umat manusia. Dia mampu bergerak dengan kecepatan angin dari satu ujung dunia ke ujung dunia yang lain, ke kedalaman laut dan ke bawah tanah.

      Tifon atau Tifoeus adalah Monster naga raksasa yang berkepala seratus dan bersayap. Tifon adalah anak terakhir Gaia (bumi) dan Tartaros. Menurut Apollodoros, Tifon lahir di Sisilia. Tifon adalah monster setengah manusia. Tifon berukuran sangat besar dan lebih tinggi dari gunung. Di bawah tangannya, terdapat seratus kepala naga dan dibawah pahanya terdapat banyak ular berbisa. Tifon juga bisa menyemburkan api.

      Ekhidna adalah monster dalam mitologi Yunani. Namanya berarti "wanita ular". Ekhidna disebut sebagai "Ibu dari Semua Monster". Ekhidna bersarang di sebuah gua yang disebut Arima. Hesiod menggambarkan Ekhidna sebagai monster raksasa yang bersama pasangannya, Typhoeus atau Typhon, melahirkan berbagai monster mengerikan di mitologi Yunani.

Hidra


Hidra merupakan mitos dari Yunani kuno. Monster ini berbentuk ular atau naga yang memiliki sembilan buah kepala. Setiap salah satu kepalanya dipotong, maka kepala tersebut akan tumbuh/membentuk dua buah kepala yang baru. Dikisahkan bahwa Herakles pernah mengalahkan Hidra. Herakles membakar delapan dari sembilan kepala itu, sebelum menguburkan kepala yang terakhir (yang abadi) di bawah batu.

bersambung...:D

Komentar →
Comments
0 Comments

0 comments:

Poskan Komentar

komentar anda sangat penting utk kemajuan blog ini.trimakasih utk kunjungannya...

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

tourist n stats

W3 Directory - the World Wide Web Directory My Ping in TotalPing.com
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

guest room

Copyright © 2012. CYBER MANADO - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz