Makhluk dalam Legenda dan Mitos part.2

Hippogriff


Hippogriff adalah bangsa makhluk legendaris sejenis Griffin, yang dilukiskan berwujud setengah burung rajawali setengah kuda. Kepala dan badan depannya menyerupai rajawali sedangkan tubuh bagian belakangnya berupa kuda. Menurut legenda, Hippogriff merupakan makhluk hasil perkawinan antara kuda dengan Griffin.

Hippogriff seperti Griffin, namun ia lebih jinak sehingga lebih mudah untuk dikendalikan. Dalam dongeng-dongeng dan kisah fiksi fantasi, Hippogriff sering berperan sebagai hewan peliharaan atau kendaraan bagi ksatria dan tukang sihir. Hal itu membuat Hippogriff menjadi pilihan yang tepat untuk menjangkau tempat-tempat jauh, nyaman ditunggangi, dan secepat kilat.

Katai


Katai adalah bangsa makhluk legendaris yang berukuran sangat kecil dan hidup di bawah tanah. Menurut Paracelsus, Katai merupakan makhluk supernatural yang hidup dari unsur tanah. Meskipun kecil, mereka mampu berjalan dengan mudah mengikuti langkah seorang manusia. Mereka biasanya memakai topi kerucut, dan sinar matahari bisa mengubah mereka menjadi batu. Dalam beberapa kisah, mereka sering dilukiskan sebagai makhluk yang sangat kecil, mukanya jelek, diidentikkan sebagai bangsa peri yang jahil, atau disamakan dengan goblin. Mereka memiliki kekuatan ajaib untuk membuat orang merasa senang atau sedih.

Makhluk katai muncul dalam dongeng-dongeng Jerman, termasuk dongeng karangan Grimm bersaudara, sebagai orang tua bertubuh kecil yang hidup di bawah tanah, yang menjaga harta karun terkubur. Gnome juga muncul dalam kebudayaan negara Eropa lainnya dengan berbagai nama: Kaukis dari Prussia; Barbegazi, makhluk mirip katai dengan kaki besar dalam cerita rakyat Perancis dan Swiss. Vaettir adalah sejenis katai dari negara Islandia.

Kentaur


Dalam mitologi Yunani, Kentaur adalah bangsa makhluk legendaris, makhluk setengah manusia setengah binatang yang dilukiskan berwujud manusia dari kepala sampai pinggang namun bagian tubuh ke bawah berwujud kuda (manusia-kuda).

Kentaur muncul secara individual atau berkelompok dalam kisah-kisah Yunani kuno, seperti pada kisah penculikan Deianira oleh Nessus dan kisah perkawinan Pirithous. Kentaur individual yang terkenal adalah Nessus, Khiron, Folus, Eurition. Semuanya muncul dalam kisah-kisah Herakles.

Kerberos


Kerberos atau Kerberus ( Yunani: Kerberos, "iblis dari liang") adalah makhluk dari mitologi Yunani, hewan peliharaan Hades. Kerberos digambarkan sebagai anjing berkepala tiga yang mampu menyemburkan api. Awalnya Ia hanyalah seekor anjing kecil yang lucu namun ketika ia besar menjadi berkepala tiga dan mampu menyemburkan api. Ia merupakan penguasa dunia arwah. Tujuanya untuk menjaga agar tidak ada Arwah yang melarikan diri dari dunia arwah. Kerberos juga mempunyai kemampuan melacak dan menemukan arwah-arwah yang melarikan diri.

Kikimora


Kikimora adalah makhluk perempuan dalam mitologi Slavia. Kikimora termasuk dalam makhluk penghun rumah dan kadang-kadang dikatakan menikah dengan Domovoi. Kikimora biasanya tinggal di balik kompor atau di gudang bawah tanah.

Jika para pekerja yang membangun rumah merasa tidak senang pada pemlik rumah maka mereka bisa mengundang Kikimora untuk menghantui rumah itu dengan cara menaruh sebuah boneka mirip Kikimora di balok utama atau di bawah sudut depan rumah. Sekali menghuni suatu rumah, Kikimora sulit untuk disingkirkan.

Jika rumah dirawat dengan baik, maka Kikimora akan ikut menjaga ayam-ayam. Namun jika tidak, Kikimora akan memcahkan piring dan membuat keributan di malam hari. Kikimora juga keluar di malam hari untuk menenun. Barang siapa yang melihat Kikimora sedang menenun maka dia akan segera mati. Untuk menentramkan Kikimora, seseorang harus mencuci semua panci dan wajan dengan teh pakis. Batu ular atau ranting junifer digantung di atas kadang ayam untuk melindungi ayam dari Kikimora.

Kuda betina Diomedes


Dalam mitologi Yunani, Kuda betina Diomedes atau Kuda betina Thrakia adalah kuda pemakan manusia yang liar dan tak terkendali. Kuda ini berjumlah empat ekor. Mereka adalah milik raksasa Diomedes (bedakan dengan Diomedes, putra Tideus), raja Thrakia, anak Ares dan Kirene yang tinggal di pesisir Laut Hitam. Bucephalus, kuda Alexander Agung dikatakan merupakan keturunan dari kuda-kuda ini.Herakles diharuskan menangkap kuda-kuda ini dalam rangka menyelesaikan tugas kedelapannya.
cat: Herakles membunuh istri dan anaknya. Untuk membersihkan dosanya, dia diharuskan untuk mengabdi pada sepupunya, raja Euristheus dari Mikene. Raja Euristheus menyuruhnya melaksanakan dua belas tugas, yaitu:
  1. Membunuh Singa Nemea
  2. Membunuh Hidra
  3. Menangkap Rusa Kerinitia
  4. Menangkap Babi Erimanthos
  5. Membersihkan Kandang Raja Augeas
  6. Mengusir Burung-Burung Stimfalia
  7. Menangkap Banteng Kreta
  8. Menangkap Kuda Betina Diomedes
  9. Mengambil Sabuk Hippolita
  10. Mengambil Ternak Gerion
  11. Mengambil Apel Hesperides
  12. Menangkap Kerberos
Kumiho
Kumiho (berarti "rubah berekor sembilan") adalah makhluk yang muncul pada cerita rakyat dan legenda Korea. Menurut cerita tersebut, rubah yang hidup ribuan tahun berubah menjadi kumiho, seperti kitsune Jepang dan huli jing Tiongkok. Makhluk ini dapat dengan mudah berubah menjadi wanita cantik. Terdapat beberapa cerita yang didalamnya terdapat kumiho.

Kurcaci




Kurcaci (bahasa Inggris: dwarf) adalah manusia kerdil dalam dongeng-dongeng Nordik dan Jerman. Kurcaci juga sering diadopsi sebagai tokoh dan sering muncul dalam kisah-kisah fiksi fantasi, film, dan permainan video.

Dalam mitologi, penggambaran diri kurcaci adalah rupanya yang seperti manusia, namun berukuran lebih kecil dan pendek. Mereka berjanggut panjang dan tampak lebih tua dari ukuran tubuhnya. Mereka hidup di gua-gua di daerah pegunungan atau di bawah tanah. Mereka mampu Beradaptasi di lingkungan bawah tanah dan mampu melihat dengan baik di dalam kegelapan. Di sana mereka menggali barang-barang tambang seperti emas, perak, besi, dan sebagainya. Mereka juga merupakan pembuat senjata dan tukang besi yang mahir. Mereka biasanya memperdagangkan barang-barang dari logam.

Meskipun lari mereka lambat dan tidak mahir menunggang kuda, mereka mampu mempertahankan daerah kekuasaan dengan baik. Beberapa legenda menyebutkan bahwa mereka mahir dalam menciptakan barang-barang pusaka. Dalam mitologi Nordik, mereka menciptakan rantai pusaka yang mampu mengikat srigala ganas, Fenris.

Dalam kisah dongeng Putih Salju, Kurcaci digambarkan sebagai bangsa pekerja keras, polos, sedikit serakah, dan penggerutu.

Dalam kisah-kisah The Lord of the Rings, Kurcaci adalah salah satu ras yang menghuni Bumi tengah. Mereka tinggal di kedalaman gua-gua dan merupakan pengrajin logam yang baik. Mereka memiliki sifat keras kepala dan selalu bersaing dengan peri.

Lailaps


Dalam mitologi Yunani, Lailaps adalah seekor anjing yang tidak pernah gagal menangkap buruannya. Lailaps merupakan hadiah dari Zeus untuk Europa. Anjing ini kemudian diwariskan pada raja Minos. Minos memberikan Lailaps pada Prokris dan Kefalos. Kefalos meyuruh Lailaps untuk memburu Rubah Teumessia, seekor binatang yang tak pernah bisa ditangkap. Maka Lailaps, yang tak pernah gagal menanghap mangsanya, berusaha memburu seekor hewan yang tak pernah bisa ditangkap, hal ini menjadi suatu paradoks. Zeus melihat peristiwa ini dan mengubah kedua hewan tersebut menjadi batu.

Menurut cerita yang lain, Prokris mendapatkan Lailaps dari dewi Artemis. 
cat: Dalam mitologi Yunani, Rubah Teumessia adalah rubah raksasa yang ditakdirkan tak akan pernah bisa ditangkap. Rubah ini adalah anak dari Ekhidna. Rubah ini dikirim oleh para dewa (kemungkinan Dionisos) untuk memangsa anak-anak di kota Thebes sebagai hukuman atas kejahatan kota tersebut. Kreon menyuruh Amfitrion untuk membunuh hewan ini. Amfitryon menggunakan Lailaps, anjing yang selalu bisa menangkap buruannya, untuk menangkap rubah Teumessia. Perburuan dua hewan ini membuat Zeus mengubah keduanya menjadi batu.

Leprechaun


Leprechaun (bahasa Irlandia: leipreachán) dalam mitologi Irlandia adalah sebangsa peri jantan yang mendiami daratan Irlandia.

Bersama peri-peri lainnya, Leprechaun mendiami daratan Irlandia sebelum kedatangan bangsa Celtic. Mereka digambarkan sebagai lelaki tua yang senang berbuat nakal. Mereka berdagang dengan menjual batu kerikil atau menjadi pembuat sepatu. Mereka dikatakan sangat kaya.

Makara


Makara dalam mitologi Hindu, adalah makhluk yang berwujud ikan berkepala gajah, seperti yang sering dilukiskan dan dipahatkan dalam candi-candi di Indonesia, khususnya di Bali dan Jawa. Orang Bali menyebutnya gajahmina, yang secara harfiah berarti "ikan gajah". Kadangkala Makara dilukiskan sebagai makhluk berwujud separuh kambing dan separuh ikan seperti simbol Kaprikornus dalam zodiak. Dalam kitab-kitab suci umat Hindu, Makara adalah makhluk yang menjadi kendaraan Dewa Baruna dan Dewi Gangga.

Makara digunakan pula sebagai lambang Universitas Indonesia.

Manusia serigala


Manusia serigala, likantrof, atau likan adalah sebuah mitos dari Eropa kuno berupa makhluk Monster setengah manusia setengah serigala. Konon manusia serigala akan berubah pada saat bulan purnama tiba, yang mana kekuatan mistiknya mencapai puncaknya. Dalam mitologi tersebut, manusia serigala senantiasa akan memburu manusia dan barang siapa yang tergigit atau terkena cakarannya akan menjadi salah satu dari manusia serigala pula. Dia konon hanya bisa mati jika ditembak dengan peluru perak.

Likantrofi adalah istilah serapan yang berasal dari Yunani Kuno lykánthropos, lýkos ("serigala") + anthropos ("manusia"). Senyawa kata "lyc-" berasal dari akar Bahasa Proto-Indo-Eropa "wlkwo-", yang berarti "serigala", secara resmi menyatakan transformasi "serigala - laki-laki" . Likantrofi adalah salah satu bentuk theriantrofi, yaitu kemampuan untuk bermetamorfosis atau bertransformasi menjadi hewan pada umumnya. Istilah theriantrof secara harfiah berarti "manusia binatang". Kata ini juga telah dikaitkan dengan manusia serigala asli dari mitologi klasik Yunani Kuno, Lycaon, raja Arkadia yang menurut puisi "Metamorfosis" karya Ovid, dirubah menjadi serigala rakus oleh Zeus sebagai pembalasan karena berusaha supaya anaknya dapat mengunjungi Zeus dalam upaya untuk menyangkal keilahian sang dewa Yunani tersebut.

Ada juga sebuah penyakit mental yang disebut likantrofi di mana pasien percaya bahwa dirinya telah berubah menjadi binatang dan berperilaku sesuai binatang tersebut. Penyakit ini kadang-kadang disebut sebagai "likantrofi klinis" untuk membedakannya dari penggunaannya dalam legenda. Meskipun asal-usul kata ini adalah dari sebuah istilah transformasi manusia-serigala, likantrofi digunakan dalam pengertian ini untuk hewan jenis apa pun. Arti lebih luas ini sering digunakan dalam referensi fiksi modern, seperti karakter Likantrof dalam permainan peran asing Dungeons & Dragons.

Istilah kuno lain untuk perubahan bentuk antara bentuk-bentuk binatang apapun adalah versipelis. Kata latin ini adalah sama artinya dengan kata-kata lain yang digunakan untuk manusia serigala maupun makhluk lain yang dapat berubah bentuknya dalam Bahasa Rusia (oboroten) dan Bahasa Norwegia Lama (hamrammr).

Nama Perancis untuk manusia serigala yang kadang-kadang digunakan dalam bahasa Inggris, adalah Loup-garou (pengucapan / luga 'ru /). Loup dari kata nomina latin lupus yang berarti "serigala", sedang elemen frase kedua dianggap dari Bahasa Perancis Lama garoul yang berarti "manusia serigala". Hal ini pada gilirannya kemungkinan besar dari Bahasa Franka wer-wulf yang berarti "manusia-serigala."


Komentar →
Comments
0 Comments

0 comments:

Poskan Komentar

komentar anda sangat penting utk kemajuan blog ini.trimakasih utk kunjungannya...

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

tourist n stats

W3 Directory - the World Wide Web Directory My Ping in TotalPing.com
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

guest room

Copyright © 2012. CYBER MANADO - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz