Cinta tanpa berkorban

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa cinta atau hubungan in-relationship itu membutuhkan 2 orang, it takes two to tango, seharusnya baik pria maupun wanita melakukan segala sesuatu demi pasangannya.

Saya tidak akan menyangkal bahwa wanita sudah berkorban juga. Wanita merasa berkorban contohnya bila mereka harus pergi bersama pacarnya walaupun tadinya dia diajak oleh teman-temannya pergi shopping, atau tidak keluar malam apabila tidak diperbolehkan oleh pacarnya.

Tapi bila sang pria melakukan hal yang sama dan menuruti setiap permintaan kekasihnya, di mata wanita hal tersebut BUKANLAH sebuah pengorbanan. Bahkan ketika sang pria mengantar jemput sang wanita dengan cukup rutin, hal itu juga sering kali tidak dilihat sebagai pengorbanan!

Hal-hal tersebut di lihat wanita sebagai KEWAJIBAN pria! Hal yang aneh, bukan?

Sedikit bahasan untuk masuk ke topik yang sebenarnya.

Di atas saya mengatakan bahwa pengorbanan/melakukan sesuatu demi pasangannya adalah hal normal. Ya, benar itu adalah normal apabila kamu lakukan untuk PASANGAN ANDA YANG RESMI!

Memulai cinta atau hubungan seharusnya dimulai dengan saling mengenal satu sama lain, namun yang dilakukan malah sebaliknya. Baik pria maupun wanita yang sedang tertarik dengan seseorang (baca: gebetan) akan berusaha melakukan semua yang diinginkan oleh orang yang disukainya.

Dengan kata lain, kamu tidak menjadi diri sendiri ketika sedang PDKT. Kamu berusaha memberikan pelayanan dan image terbaik tentang diri kamu untuk sang gebetan. Kamu sedang PROMOSI!

Seperti yang terjadi baru-baru ini, salah satu teman saya sedang melakukan PDKT pada seorang wanita yang sudah dikenalnya cukup lama. Teman saya itu berusaha selalu bersedia dan siap untuk menjemput sang wanita, maupun mengantarnya pulang ketika mereka pergi hang-out.

Anggukan kepalamu apabila Anda pernah melakukannya!

Saya juga punya pengalaman. Saya mengenal seorang wanita yang menarik perhatian saya. Kita beri dia inisial V. Sejak hari pertama saya berkenalan dengannya dan bertukar nomor handphone, saya tahu bahwa saya dan dia tertarik satu sama lain.

Pendek cerita, hubungan saya dan V semakin dekat. Setelah itu dia jadi lebih sering menghubungi saya dan kita pergi berpetualang bersama.

V mulai menunjukkan tanda-tanda untuk melanjutkan hubungan ini lebih dari sekedar teman dekat dan gebetan, tapi waktu itu saya harus pulang ke daerah untuk mengadakan sebuah event berskala nasional. Jadi saya menunda 'status jadian' itu.

Ternyata begitu saya tiba di daerah, saya harus merombak semua susunan acara, logistik, dan akomodasi. Itu menyebabkan saya sangat luar biasa sibuk. Sedangkan di saat yang bersamaan, V menawarkan diri untuk merapikan kamar saya dan membersihkannya selama saya pergi (nilai yang sangat bagus dimata saya).

Tapi karena saya terlalu sibuk, diapun sangat kesulitan untuk menghubungi saya. Dia mengatakan kangen dan sedih.

Ketika saya kembali lagi ke Jakarta, saya janji dalam diri saya bahwa saya akan menemani V sepenuhnya dan melewati hari-hari yang menyenangkan. Tapi ternyata dia sudah memiliki perilaku yang cukup berbeda dan hubungan kami menjadi renggang. Akhirnya dia mengaku bahwa SEMUA HAL BAIK YANG DIA LAKUKAN ITU KARENA DIA SEDANG PDKT.

PPPPUUUUUFFFFTTTTTT!!! Semua perasaan sayang, suka, bersalah, HILANG digantikan dengan perasaan LEGA karena saya hampir salah dalam memilih partner saya.

Dapatkah kamu membayangkan bahwa ketika wanita/pria begitu baik dan perhatian terhadap kamu, itu sebenarnya ternyata hanya untuk menimbulkan rasa suka dalam diri kamu. Dapatkah kamu bayangkan bahwa kamu akan berpacaran dengan orang yang berbeda sikapnya dari sewaktu masa-masa PDKT.

Yang ideal adalah, ketika kamu sudah jadian dengan pasangan kamu, maka justru seharusnya kedua pihak menjadi bersikap JAUH lebih baik dan lebih perhatian satu sama lain, daripada ketika masa-masa PDKT. Namun kebanyakan yang terjadi adalah sebaliknya.

Makanya ketika jadian, dinamika hubungan yang terjadi akan menjadi kacau. Mulai adanya perselingkuhan, tidak lagi saling peduli, dll.

Dari kedua cerita diatas dapat kamu ketahui, bahwa ketika kamu melakukan pengorbanan di awal, bahkan sebelum hubungan itu terjadi, hanya akan membawa pada kehancuran:

1. Hancur saat itu juga, karena itu jelas menunjukkan bahwa Anda NGAREP! Soal ngarep akan saya bahas di tulisan berikutnya.

2. Hancur di kemudian hari. Baik bentuknya adalah putus ataupun jenis hubungan yang tidak berkualitas dan berantakan.

Ketika kamu berusaha menunjukkan diri kamu yang suka berkorban demi dirinya, bagi sang gebetan itu adalah hal NORMAL! Itu adalah kewajibanmu karena kamu yang MENGEJARNYA!

Dan ketika kalian berdua jadian dan menjalani hubungan pacaran, sang pasangan akan mengharapkan lebih karena dia sekarang adalah pacar kamu! Pengorbanan kamu harus lebih besar dari pada sewaktu masih PDKT. Ketika kamu sudah habis-habisan di masa PDKT, APALAGI YANG AKAN KAMU KORBANKAN KETIKA PACARAN?

Akhirnya harga dirimu pun dikorbankan.

Ada 2 cara terbaik untuk menghindari 2 kehancuran di atas.

1. Bersikaplah seperti biasa ketika bertemu dengan gebetan. Lakukan padanya hal-hal yang juga Anda lakukan pada orang lain. Dengan kata lain: biasa saja, jangan berlebihan!

2. Mulailah berinvestasi untuk dirimu sendiri. Kalau selama ini kamu rela berkorban untuk gebetan yang nantinya akan pergi dari hidupmu, kenapa kamu tidak mau berinvestasi untuk dirimu sendiri yang akan selalu menemani sampai liang kubur?

Ketika kamu melakukan sesuatu untuk gebetan di luar sana itulah artinya BERKORBAN, tapi apabila kamu melakukannya untuk dirimu sendiri itu adalah INVESTASI.

Apakah Anda ingin berkorban atau berinvestasi?


Sahabat Anda,

oleh: Sins Aeschylus
Komentar →
Comments
0 Comments

0 comments:

Poskan Komentar

komentar anda sangat penting utk kemajuan blog ini.trimakasih utk kunjungannya...

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

tourist n stats

W3 Directory - the World Wide Web Directory My Ping in TotalPing.com
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

guest room

Copyright © 2012. CYBER MANADO - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz