Berikut Dosa Besar Boediono Pada Rakyat Republik

Jakarta, Seruu.com - Kegagalan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono dalam memimpin negeri ini ternyata tidak lepas dari perlindungan yang masif yang dilakukan SBY - Boed terhadap para koruptor.

Alih-alih memberantas korupsi, Presiden dan Wapres Republik Indonesia tersebut justru memakmurkan korupsi dan menumbuhkan para koruptor di semua lini kehidupan masyarakat.

Hal ini terbukti dari sejumlah kasus yang belakangan melilit para petinggi Demokrat yang keras disuarakan oleh berbagai pihak bahkan hingga menjadi rahasia umum. Hal ini terungkap dalam diskusi yang dilakukan sejumlah tokoh seperti Fuad Bawazier, Lily Wahid dan Sasmito Hadinagoro di Jakarta, Minggu (19/06).

Dalam kesempatan tersebut, Fuad dan Lily Wahid juga sempat mengumpulkan enam dosa besar Wakil Presiden Boediono, orang pilihan SBY untuk menduduki kursi wapres dan orang yang dipilih SBY untuk menuntaskan kasus hukum dan century. Dalam daftar Fuad, Boediono disinyalir sudah merugikan negara ratusan trilyun dan menyuburkan korupsi serta manipulasi dalam sistem dan kebijakan yang diciptakannya. Boediono dikatakan sukses mencetak koruptor-koruptor baru dan mengumpulkan koruptor-koruptor lama untuk bekerjasama.

Berikut daftar dosa Boediono menurut Fuas Bawazier, Lily Wahid dan Sasamito Hadinegoro.

Dosa Pertama.
Sbg Direktur Analisis Perkreditan Bank Ind, Boediono ikut bertanggungjawab atas penyaluran BLBI thn 1997 yang hampir membuat negara collaps dengan kerugian negara menurut Lily Wahid mencapai Rp 700 triliun. Sementara Fuad Bawazier menyebut Boediono sebagai risidivis BLBI, karena Fuad pernah memecat Boediono atas perintah Presiden Soeharto akibat kebijakan BLBI tersebut.

Dosa Kedua.
Lily Wahid menegaskan bahwa semasa jadi Menkeu zaman Megawati, Boediono memberikan Release and discharges kepada debitor BLBI dan lagi-lagi negara dirugikan Rp 300 triliun .

Dosa Ketiga.
Akibat BLBI, bank-bank mesti diselamatkan lewat rekapitalisasi. Biaya rekap sampai 30 tahun harus ditanggung rakyat lewat APBN. Fuad menggambarkan bahwa puluhan trilyun rupiah uang rakyat harus terbuang sia-sia dan memperpanjang penderitaan rakyat pasca krisis moneter 1997.

Dosa Keempat.
Tahun 2003 pemerintah AS mengadakan PL (program Loan) sebesar USD$ 1,5 miliar (hampir 15 triliun rph) untuk pegembangan koperasi dan pertanian. Tapi dana itu oleh Boediono justru dibelokkan untuk membantu BANK CIC yang belakangan merger menjadi BANK CENTURY dan bermasalah sampai sekarang.

Dosa Kelima.
Boediono bertanggung jawab di balik pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) yang dikucurkan BI dan dana talangan yang dikucurkan KSSK untuk Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

Dosa Keenam.
Boediono, berkaitan dengan skandal pajak Bank Mandiri yang merugikan negara sebesar Rp 2,2 triliun. Informasi mengenai kasus ini telah berkali-kali disampaikan Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) Sasmito Hadinagoro...
Komentar →
Comments
0 Comments

0 comments:

Poskan Komentar

komentar anda sangat penting utk kemajuan blog ini.trimakasih utk kunjungannya...

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

tourist n stats

W3 Directory - the World Wide Web Directory My Ping in TotalPing.com
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

guest room

Copyright © 2012. CYBER MANADO - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz