Cara Menjadi Pria yang Sukses

Menjadi Pria Sukses Dengan Jejaring Relasi Yang Kuat

Dalam kondisi tertentu, saya sangat yakin, Anda dan milyaran penduduk bumi lainnya menyadari betapa pentingnya arti relasi atau jejaring pertemanan.
Kita tahu dari pengalaman sehari-hari bahwa tanpa mengenal orang yang tepat, kita mungkin akan mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan informasi, izin usaha, izin penjualan produk, klien, pekerjaan atau bahkan karyawan yang tepat untuk perusahaan kita.
Belum lagi hal-hal pribadi seperti menemukan pasangan hidup, dokter medis untuk anak kita, notaris yang andal, kuliner, properti murah dsb.
Dalam sebuah studi terhadap 733 jutawan AS, hampir semua responden, 94%, mengatakan bahwa “bergaul dengan orang (jejaring)” sangat penting sebagai penyebab kesuksesan mereka.
Dalam survei yang sama, HANYA 31% merasa “memiliki IQ tinggi” itu sangat penting.
Dan dalam survei yang sama pula, 56% responden mengatakan bahwa mereka mendapatkan “proyek” melalui koneksi pribadi atau keluarga.
Ada satu hal yang ingin saya tekankan pada artikel kali ini.
Bahwasanya jejaring itu penting BUKAN HANYA untuk bisnis saja, melainkan untuk keseluruhan kesuksesan hidup Anda.
Dan tanpa peduli betapa pintar dan berbakat Anda, tetap saja Anda tidak dapat melakukan semuanya sendirian.
Selain itu, ditemukan juga bahwa berbagai hal berjalan lebih mulus bagi para “bintang  perusahaan” karena mereka meluangkan sebagian waktunya untuk membangun hubungan baik dengan orang-orang yang dapat membantu mereka dalam karier.
Hal ini SANGAT MEMATAHKAN keyakinan umum bahwa bintang perusahaan atau bintang akademis hanya perlu unggul dalam intelegensia dan bidang keahlian mereka sehingga jejaring relasi itu tidak penting.
“Membangun jejaring itu mungkin bukan bidang keilmuan dari seorang engineer, tapi studi kasus menunjukkan bahwa MEMBANGUN jejaring itu sangat bermanfaat bagi kesuksesan seorang engineer dalam menemukan pekerjaan dan jenjang karirnya.”
Saya mendapatkan banyak informasi bahwa kebanyakan orang menyatakan alasan utama mereka masuk ITB, UI, ITS, IT Telkom bukanlah untuk belajar di kelas, melainkan untuk dapat masuk ke dalam jejaring alumni, untuk kemudian memiliki akses luas untuk masa depan karir mereka.
Secara pribadi, karena jaringan alumni, saya banyak mendapatkan tawaran untuk bekerja di berbagai perusahaan-perusahaan besar telekomunikasi di Indonesia, baik vendor maupun operator.

DENGAN SIAPA KITA HARUS MEMBANGUN JARINGAN PERTEMANAN ?
Kunci bagi jejaring yang sukses adalah keragaman dan keluasan.
Saya ulangi, KERAGAMAN dan KELUASAN.
Dan terdapat 2 KATA PENTING yang harus Anda ingat dalam sebuah jejaring pertemanan.
Yaitu IKATAN KUAT dan IKATAN LEMAH.
Ikatan kuat adalah mereka yang biasanya memiliki latar belakang pendidikan, lingkaran sosial, agama, dan lokasi geografis yang hampir sama dengan Anda.
Ciri-ciri umum dari ikatan kuat ini adalah intensitas pertemuan yang tinggi, dan kedua belah pihak telah saling mengenal satu sama lain dengan baik.
Disisi lain ikatan lemah adalah mereka yang memiliki dunia sangat berbeda dengan dunia yang sedang Anda miliki.Biasanya Anda bertemu dengan mereka karena tidak sengaja dipertemukan oleh jaringan ikatan kuat atau kegiatan bisnis dan pekerjaan.
Dalam bahasa populernya ikatan lemah ini disebut dengan “sekedar pernah kenalan”.
Ciri-ciri umum dari ikatan lemah ini adalah intensitas pertemuan yang sangat rendah, dan kedua belah pihak HANYA mengetahui kebaikan atau keunggulan masing-masing.Dan para ikatan lemah ini memiliki pengetahuan yang sama sekali Anda tidak ketahui.
Dalam sebuah studi kasus yang telah saya sebut pada bagian pertama, mendapati bahwa dari orang-orang yang menggunakan koneksi untuk mendapatkan pekerjaan, 17% menyebut bahwa koneksi itu berasal dari teman dekat dan keluarga (ikatan kuat)
Sisanya sebesar 83% menggambarkan bahwa koneksi itu diperoleh melalui “sekedar pernah kenalan” atau ikatan lemah.
Ikatan lemah ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya adalah ia akan memberikan Anda akses untuk bertemu dengan jejaring relasinya yang telah sukses atau ia akan memberikan Anda akses kepada peluang bisnis dan dunia yang tanpa kenalan tersebut  Anda akan sulit untuk meraihnya.
Pada dasarnya saya tidak mesugesti Anda untuk memilah-milah ketika membangun jejaring relasi.
Intinya adalah bahwa semakin banyak kenalan yang Anda punya, maka semakin kuat Anda, dengan kata lain, semakin besar peluang Anda untuk meraih target dan impian hidup Anda.
KUNCINYA HANYALAH SATU : menjalin perkenalan dengan porsi yang cukup supaya orang-orang tersebut PASTI mengingat Anda apabila bertemu kembali atau ketika Anda meneleponnya atau ketika peluang dan peristiwa yang tepat muncul.
Bagaimana caranya agar Anda selalu diingat, dikenang baik dan dibutuhkan oleh setiap orang ?
Akan saya bahas pada bagian terakhir artikel ini.Tetaplah bersabar dalam membaca.

IDEALISASI MENJADI SEORANG KONEKTOR YANG CERDAS dan HANDAL
Apa yang dimaksud dengan KONEKTOR?
Konektor adalah seseorang yang mampu membangun sebuah lingkaran sosial (social circle) yang kuat dan berkualitas.
Setiap detail hal yang dilakukan anggota lingkaran sosial tersebut memiliki keterkaitan satu sama lainnya.
Pada akhir tahun 1960-an, seorang psikolog sosial dari Harvard, Stanley Milgram, melakukan sebuah eksperimen (yang terlalu panjang jika harus disebutkan).
Sampai akhirnya eksperimen ini sering dikutip sebagai salah satu bukti dari konsep” six degrees of separation”, bahwa setiap orang terhubung kepada setiap orang lainnya dalam enam langkah acak atau kurang.
Bagi saya pribadi, eksperimen ini mengutarakan bahwa SEGELINTIR ORANG di dunia ini memiliki jaringan relasi yang sangat kuat sehingga ia mampu “mengenal semua orang” dan MEMILIKI APAPUN yang ia mau.
Dan sisanya, ribuan bahkan jutaan orang terhubung atau bahkan bergantung kepada yang lainnya melalui orang ini.
Luar biasa bukan?
Konektor ini mampu memiliki banyak teman karena mereka cerdas dan dapat melihat peluang.
Ketika sebagian besar orang memilih orang yang mereka ingin kenal dan SERING MENOLAK orang yang mereka kira “TIDAK LAYAK” menjadi kenalan, konektor melakukan hal yang sebaliknya dengan menjalin perkenalan dengan semua orang.
Intinya adalah bahwa  kita idealnya harus menjadi seorang konektor.Seorang konektor yang cerdas dan handal.
Seorang yang mampu mengakrabkan diri dengan orang lain secara cepat, tepat  dan mampu membaca situasi untuk membangun ikatan, sehingga ia selalu dikenang dan dibutuhkan (adaptive system).
Akan tetapi, jika Anda tidak memiliki energi, waktu, keahlian berkomunikasi, watak/karakter alamiah sebagai seorang konektor, hal terbaik yang saya dapat sarankan adalah dengan mencari, mengenal dan kemudian mengakrabkan diri dengan para konektor.

BAGAIMANA CARA MEMBANGUN JEJARING RELASI YANG KUAT ?
Di Indonesia, banyak sekali orang yang menyamakan membangun jejaring dengan pemberian hadiah mahal, yang memang terkadang berhasil.
Namun ternyata cara ini tidaklah efektif dan bermanfaat.
Segala sesuatu yang dibangun berlandaskan materi akan selalu bersifat lemah, rapuh dan tidak akan bertahan lama.
Lagi pula, seseorang harus tetap menjaga hubungan dengan memberikan “hadiah” yang lebih mahal dan mahal.
Bagi saya pribadi, membangun jejaring berarti mengenal orang lain melalui percakapan dan komunikasi.
Ada beberapa dejarat tentang hal ini, mulai dari sekedar berkenalan hingga menjadi sahabat.
Saya sendiri memiliki batasan minimum yaitu orang-orang minimal mengenal dan mengingat siapa diri saya.
Banyak orang, terutama pria, memiliki kesulitan dalam membangun jejaring dengan beraneka ragam orang asing.
“Harus bilang apa untuk memulai percakapan?”
“Bagaimana supaya percakapan terus berjalan lancar?”
“Apa yang akan terjadi setelah percakapan awal?”
Mungkin pertanyaan di atas sering muncul di benak para introvert seperti Anda dan saya, yang memang sangatah wajar.
Kabar baiknya adalah, komunikasi layaknya bermain sepak bola.
Semakin Anda menikmatinya, semakin mudah dan lancar bagi Anda untuk membangun sebuah ikatan.

5 ELEMEN KUNCI MEMBANGUN JEJARING RELASI
Dengan mengamati diri, relasi, dan juga teman-teman yang sukses, saya melihat setidaknya ada 5 elemen kunci dalam resep sukses membangun jejaring yang kuat dan berpengaruh.
Kelimanya adalah kesungguhan dalam kepedulian, sense of humor yang baik dan positif, memberikan sikap yang tepat, tindak lanjut yang konsisten dan timbal balik.

#Elemen Pertama : kesungguhan dan kepedulian
Mari kita mulai dari elemen pertama, yaitu kesungguhan/kepedulian terhadap orang lain.
Perhatikan kalimat ini : “Anda dapat memiliki lebih banyak teman dalam dua bulan dibandingkan dengan jumlah teman yang akan Anda peroleh selama dua tahun dengan membuat orang lain tertarik dengan Anda.”
Inti quote di atas adalah untuk menjadi pribadi menarik dan memiliki banyak relasi, TERTARIKLAH kepada orang lain SECARA TULUS.
Hilangkan sikap acuh, tidak perduli dan masa bodoh.
Hilangkanlah asumsi dan pemikiran sepihak bahwa Anda lebih baik dari orang lain.
Munculkan sikap peduli Anda secara bertahap atau perlahan-lahan.
Sikap kepedulian ini dapat Anda ungkapkan dari mulai hal-hal yang kecil seperti :
“Kemaren, habis jatuh dari motor ya mas? Soalnya bekas lukannya keliatan…..”
“Dari cara ngomong Bapak yang energik, kayanya Bapak masih 18 tahunan ya?haha..”
Hindari pertanyaan formal seperti “asal dari mana?”, “bekerja sebagai apa?”. Dsb.
Bahasan tadi tentang sikap peduli, sekarang bagaimana membuat orang lain semakin tertarik untuk berkomunikasi.
Gampang, salah satu cara yang sering saya gunakan adalah dengan membicarakan sesuatu yang dibicarakan oleh lawan bicara dengan senang dan antusias, dan Anda harus INGAT bahwa setiap orang memiliki topik favoritnya.
Kecerdasan dan kemampuan Anda dalam membaca karakter dan kehidupan seseorang yang baru dikenal (cold reading), amat sangat dibutuhkan disini.
Jika Anda belum memiliki clue, Anda dapat memulainya dengan pembicaraan tentang hasil pertandingan sepak bola, lokasi golf favorit, tempat wisata, proyeksi/planing masa depan, discount di sebuah tempat makan atau teman yang sama.
Curahkan ketertarikan dalam topik tersebut dan sesekali ajkuan pertanyaan akan topik tersebut.
Hindari pertanyaan tertutup seperti YA atau TIDAK.
Setelah itu dengarkan dengan menatap pertengahan kedua matanya dan berikan tanggapan humor sesekali.

#Elemen Kedua : Sense of humor yang tepat pada porsinya
Elemen kedua dalam resep sukses membangun jejaring relasi adalah rasa humor.
Dan tentunya selera humor yang cerdas, positif dan tidak merendahkan value orang lain.
Seperti :
“Senang bisa bertemu dengan orang muda, berkarisma dan energik seperti bapak.haha”
(pujian godaan untuk seorang pria berusia 40 tahun).
Contoh percakapan dari pengalaman saya yang lain :
“Istrinya Bapak banyak ya pak? terlihat dari banyaknya cincin yang Bapak pakai”
“haha, kamu ini ada-ada aja.Nanti saya kenalin satu-satu ya.haha..”
(fakta sebenarnya bahwa ia memiliki seorang istri)
Dan usahakan untuk tidak membuka cerita dengan berkata, “saya akan ceritakan kepada Anda sesuatu yang sangat lucu.”
Ini akan mematok ekspektasi lucu dari si pendengar dan jika kelucuan tidak terjadi maka Anda akan menjadi sosok yang memalukan bagi si pendengar.

#Elemen Ketiga : Mampu bersikap tepat
Mampu bersikap secara tepat, terus bertahan meskipun Anda merasa tidak nyaman sejak awal.
Anda harus meyakinkan diri bahwa Anda benar-benar ingin dekat dengannya, bahwa Anda ingin mengenal dunianya, bahwa Anda ingin menjadikannya bagian dari kesuksesan hidup Anda.
Berhati-hatilah dengan sikap egois Anda.
Karena setiap kali Anda melepaskan kesempatan untuk bertemu dengan seseorang, maka Anda
akan melewatkan peluang untuk membangun jejaring relasi dengannya.
Mungkin akan memotivasi Anda jika Anda ingat bahwa semakin sering Anda melakukannya, maka semakin mudah bagi Anda untuk membangun sebuah hubungan relasi.

#Elemen Keempat : Tindak lanjut
Begitu Anda telah mengalami percakapan menyenangkan dengan seseorang, cobalah untuk melakukan sebuah tindakan lanjutan agar orang tersebut, minimal, tidak melupakan akan diri Anda.
Sangat bagus jika ia mengajak Anda untuk bertemu kembali.
PERHATIKAN luapan memory atau kepedulian kecil ini dengan seksama :
“Selamat rik, jarang banget orang mendapatkan penghargaan sebagai….”
“Suatu saat mungkin kita dapat bertemu kembali untuk membahas planning proyek menguntungkan untuk Anda, saya dan lainnya.haha sampai bertemu kembali…”
“Oh ya Pak Harlan, kapan kita bisa bersepeda bersama? sudah lama saya ingin bersepeda dengan atlet seperti bapak.haha.” (kalimat atlet yang saya gunakan adalah bentuk godaan)
Kalimat-kalimat sejenis diatas harus dikatakan sesekali melalui media apapun agar hubungan Anda dengannya tidak mati begitu saja.

#Elemen Kelima : Hukum timbal balik
Satu langkah melampui tindakan tindak lanjut adalah mengulurkan bantuan tulus agar Anda disukai dan ketika Anda kesulitan, ia yang akan menjadi penawar bantuan yang pertama.
Hukum ini disebut “Hukum Timbal Balik”.
Tentu saja hukum ini secara ilmiah tidak dapat dibuktikan atau dijunjung dengan ketat.
Namun sudah menjadi hukum tak tertulis yang sakral bahwa sebagian orang akan merasa NISTA jika tidak mematuhi hukum timbal balik ini.
Ok, bantuan yang Anda berikan akan terasa sangat efektif, ketika sedang berada dalam kondisi berikut ini :
  • Sang penerima benar-benar membutuhkan atau menginginkan bantuan tersebut
  • Sang penerima tidak bisa dengan mudah mendapatkan bantuan dari pihak lain.
  • Anda dapat menolong tanpa perlu meminta bantuan besar dari orang lain
  • Anda tidak membutuhkan balas budi dalam waktu dekat (bantuan akan menjadi kurang efektif jika sang penerima tahu Anda memiliki motif tersembunyi)
  • Bantuan tidak hanya dalam bentuk uang.Jika bantuan menyangkut keuangan, cara terbaik adalah dengan memberikan bantuan yang jumlahnya kecil bagi Anda, karena menagih pinjaman dapat mengubah bantuan menjadi kebencian, terutama jika jumlahnya besar bagi Anda.
  • Terakhir, pihak yang menawarkan bantuan tidak merasa diekploitasi atau tidak merasa dimanfaatkan.
INGAT bahwa bantuan seyogiyanya diberikan pada saat yang tepat dan kepada orang yang tepat.
Mengapa ?
Jawabannya sangat sederhana.
Karena jika Anda melakukan terlalu banyak hal dengan terlalu sering untuk orang, bantuan yang diberikan akan menjadi tidak bermakna.
BERHATI-HATILAH supaya kemurahan hati Anda tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak punya niat untuk membalas budi.
Bentuk bantuan diatas mungkin dapat berupa tumpangan, nasihat, dukungan dan mungkin juga dapat berupa memperkenalkan orang lain.

PADA AKHIRNYA
Selain mempraktikan lima elemen kunci tsb, Anda juga dapat memperbaiki teknik membangun jejaring dengan mengamati dan meniru para pembangun komunitas atau organisasi yang hebat di sekitar Anda.
Meski kita tidak akan pernah bisa mencapai sifat dan bentuk yang ideal, setidaknya kita dapat berusaha mendekati value ideal dengan mengamati dan meniru.
Itulah teknik terbaik yang pernah ada.
Sebagai penutup, dalam keseharian Anda, tanyai hal ini kepada diri Anda sendiri,
“Siapakah tokoh ideal pembangun jejering yang paling saya kenal?”
“Kira-kira apa yang akan dilakukan orang tersebut ketika ia menghadapi situasi yang sekarang sedang saya hadapi”
Kemudian amati apa yang ia katakan dan apa yang ia lakukan.
Sampaikan minat Anda untuk belajar kepadanya.
Dan terakhir, jadilah seorang PEMBANGUN JEJARING yang disukai dan dicintai banyak orang.

Sincerely,
The-mens-world.com
Komentar →
Comments
0 Comments

0 comments:

Poskan Komentar

komentar anda sangat penting utk kemajuan blog ini.trimakasih utk kunjungannya...

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

tourist n stats

W3 Directory - the World Wide Web Directory My Ping in TotalPing.com
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

guest room

Copyright © 2012. CYBER MANADO - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz